Mitos dan Fakta Seputar Radiologi

Credit: ACR

 

Tanggal 8 November diperingati sebagai Hari Radiologi Internasional atau biasa disebut IDoR (International Day of Radiology). Radiologi adalah sistem pemeriksaan yang menggunakan radiasi berupa sinar-x, ultrasound, atau medan magnetik untuk memperdalam diagnosis dokter. Namun, banyak orang salah kaprah tentang pemahaman radiasi. Nah, berikut fakta untuk mematahkan mitos yang keliru tentang radiologi!

 

Mitos

Pemeriksaan kesehatan dengan radiasi dapat menyebabkan mandul

Fakta

Nah, ini mitos paling umum yang salah besar. Faktanya, memang benar radiasi bisa menyebabkan mandul, tapi jika dilakukan dengan dosis tinggi. Dosis radiasi yang melebihi ambang batas kemampuan manusia menerima. Dalam pemeriksaan x-ray atau CT-Scan yang menggunakan radiasi, terdapat sebuah kolimator yang berfungsi mengatur luas area yang terpapar radiasi. Radiografer (petugas medis yang bekerja dengan radiasi) akan melakukan pemeriksaan dengan radiasi hanya di area yang membutuhkan evaluasi. Selain itu, radiografer akan mengatur besarnya radiasi yang diterima sesuai pemeriksaan tersebut.

Dokter melakukan cek hasil radiologi. Credit: Cheyrad

 

Mitos

Radiografer rentan terkena penyakit Leukimia

Fakta

Sejumlah ahli medis menyebutkan bahwa salah satu faktor leukimia adalah terpapar radiasi. Contohnya ketika peristiwa Bom Hiroshima dan Nagasaki di Jepang (1945) yang mengakibatkan ribuan orang terkena Leukimia. Untuk mencegah Leukimia, radiografer melindungi diri dengan memakai apron khusus berbahan timbal. Radiografer juga selalu mengatur dan menembakkan radiasi dari luar ruangan. Nah, ruangan tersebut juga sudah dilapisi dengan timbal. Sehingga, radiasi sekunder atau hamburan sinar radiasi yang tidak terserap tubuh tidak akan keluar dari ruangan.

Radiografer wajib memakai apron khusus sebagai proteksi sinar radiasi. Credit: Zzmedical

 

Mitos

Radiologi hanya untuk memfoto pasien

Fakta

Selain melakukan foto atau pembuatan citra, radiologi juga digunakan untuk proses penyembuhan kanker. Umumnya, teknik ini disebut dengan Radioterapi. Ada berbagai macam teknik pengobatan kanker dengan menggunakan radiasi. Salah satunya Iodine I-131 yang digunakan untuk terapi pengobatan kanker. Selain itu, ada juga Radioimunotherapy untuk meningkatkan imun dengan menggunakan terapi radiasi.

Hasil foto rontgen. Credit: Xrayartist

 

Mitos

Pasien dapat langsung melakukan foto Rontgen/CT-Scan tanpa persetujuan dokter

Fakta

Pemeriksaan radiologi harus dibawah perintah dokter. Sebab, hal ini behubungan dengan proteksi radiasi. Akan sia-sia jika sudah melakukan proses foto Rontgen atau CT-Scan namun nggak ditemukan masalah atau kelainan apapun. Alhasil, tubuh hanya terpapar radiasi secara tanpa manfaat. Pemeriksaan radiologi yang bisa dilakukan tanpa persetujuan dokter adalah MRI dan USG. Hal ini dikarenakan MRI dan USG tidak menggunakan radiasi sinar X. MRI menggugnakan radiasi gelombang magnetik. Sedangkan USG menggunakan gelombang Ultrasound yang tidak bersifat merusak sel.

Salah satu pemeriksaan radiologi yaitu USG (ultrasonography) yang menggunakan gelombang ultrasound. Credit: Wordpress

 

disadur dari : https://www.zetizen.com/show/5001/mitos-dan-fakta-seputar-radiologi

 

  • jci.png
  • kars.png
004893
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Semua hari
51
65
116
4461
1315
2172
4893

IP Anda: 54.158.15.97
25-06-2018 11:20
© 2018 Radiologi RSCM. All Rights Reserved.