thumbnail 1259202853 1Pada musim gugur tahun 1895, dr. Wilhelm Conrad Roentgen tertarik mengerjakan eksperimen tabung katoda. Ia terkejut mendapati fluoresensi dari lempeng berlapis barium platinosianida yang tergeletak 1259202853 2pada bangku yang berjarak sekian dari tabung katoda Hittorf berenergi, yang tidak tembus cahaya. Pengulangan eksperimen memperoleh hasil yang sama, meskipun lempeng barium platinosianida semakin dijauhkan, sampai sekitar 2 meter dari tabung. Mengingat tabung itu terisolasi dari cahaya tampak, dan bahwa sinar katoda hanya mampu menembus beberapa sentimeter udara, maka diyakini terdapat suatu jenis sinar yang baru yang berasal dari tabung tersebut.
Roent
gen pun mencurahkan waktu, tenaga dan pikirannya meneliti hal tersebut dengan intensif, yang berujung pada terbitnya tulisan beliau yang berjudul “On a new kind of ray” pada tanggal 28 Desember 1895.
1259202853 3Istrinya, Bertha, sangat terganggu dengan aktivitas dan obsesi suaminya itu. Tidur di laboratorium, terlambat makan, dan seringkali lalai serta kurang perhatian terhadap urusan keluarga. Suatu malam Bertha sangat marah ketika suaminya tidak berkomentar sedikitpun mengenai makan malam lezat yang disiapkannya. Roentgen pun membujuk Bertha, dan membawanya ke laboratorium untuk memperlihatkan sebab-musabab kealpaannya. Tangan Bertha diletakkan di atas kaset yang berisi pelat fotografik, lalu diarahkannya tabung tersebut selama 15 menit. Hasilnya terlihat berupa gambar tulang-tulang tangannya dengan dua cincin pada jarinya. Saat diperlihatkan, Bertha nyaris tidak percaya bahkan sampai gemetar, karena dapat melihat tulang tangannya sendiri. Gambar radiografi ini barangkali merupakan satu-satunya benda dalam sejarah yang mengubah wajah dunia kedokteran.***

 

 

Disadur oleh dr.Marcel Prasetyo berdasarkan tulisan B.G. Brogdon, MD dan Joel E. Lichtenstein, MD dalam buku “Forensic Radiology” terbitan tahun 1998 oleh CRC Press, Boca Raton (Florida).